Ketika Cinta Itu melelahkan..


Memperjuangkan seseorang yang paling berharga didunia selain orang tua itu sangatlah berat,apalagi untuk masa depan yang selalu bersama dalam suka dan duka. selayaknya dapat pijaran kembang api,tapi tak pernah padam sehingga mata terasa panas dan letih.

bayangkan jika suatu waktu,kalian pergi nan jauh ke daerah yang tak pernah kalian singgahi,dan ternyata tempat itu membuat kalian jatuh hati, tapi,tiba-tiba datang seorang tuan tanah yang baru “calon” pemilik tanah itu,mengaku itu daerah kekuasaan nya,padahal sajak jual-beli saja belum pernah ditulis ataupun kertas buram pernyataan dari mahakuasa negeri ini belum dia pegang! sakitnya tuh disini! (nelen sendok)

sama seperti perjalanan kali ini ke satu tempat wisata di gunung salak, tempat yang indah walau dinginnya masih kurang greget,entah kenapa cuacanya sedikit panas,walau airnya segar dan bikin kangen.

nah disinilah hal yang membuat miris,seperti kata-kata diatas bahwa sesungguhnya manusia diciptakan sebagai seorang “KULI” tapi malah jadi sok jadi tuan tanah diatas SANG KUASA ALAM SEMESTA. miris sekali di sela-sela mata air banyak sampah berserakan,dari para pengunjung dan juga penunggu area sana,saya sempat kaget saat sampah disana nyempil di sela-sela batu dan itu sampah plastik dan botol. belum lagi bekas makanan.

apa soh susahnya membuang sampah ke tempat sampah? padahal itu deket dan tinggal jalan.

dan hal yang membuat gila itu,ada warning batasan pengunjung melihat dari seutas tali. seperti garis kuning polisi,agar lebih aman dan tidak terjadi hal buruk,tapi pada dasarnya pengunjung yang kayak juragan ini malah dengan tenang melanggar rambu itu! ah sepertinya sudah biasa orang Indonesia seperti itu,karena emang semuanya jawara.

dari pegalaman hari ini,sepertinya tiap ke tempat wisata harus bawa kantung plastik sampah besar untu ngumpulin sampah-sampah yang id ciptakan oleh “sampah” yang katanya mencitai alam dengan berkunjung dan menyatu di alam tapi mengotori kesucian dan keindahan alam.

Jaga Air,Tanah dan Udara kita, kalau kita tak peduli diri sendiri,pedulilah dengan anak kalian kelak.

dan ketika cinta alam ini sunggu melelahkan..disitulah kerja keras untuk menciptakan harmoni antara manusia dan Alam ciptaanNya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s