Inspirasi waktu


Sekolahku,pendidikanku

berbicara tentang sekolah, masih ingatkah pada saat kita bersekolah dari SD-SMA? Mungkin bagi sebagian orang mengenang masa sekolah adalah hal yang terindah dan bagi sebagian orang lagi adalah hanya lewatan waktu.

Dari sebelum kemerdekaan atau masa perjuangan, pendidikan telah diukur dari berbagai jenis dibidang nya, masa-masa kejayaan pendidikan di Indonesia sendiri hadir pada masa perjuangan sebelum kemerdekaan, dimana mencetak pakar pendidikan yang sangat disegani hingga sekarang, setelah kemerdekaan nasional, Indonesia mencapai puncaknya dalam mencetak guru-guru hingga pakar ilmu. Selain bisa mengirimkan para pakar pendidikannya ke negara tetangga, pendidik di Indonesia pun senantiasa berjuang untuk negara tercinta di era transisi kekuasaan.

Samapai pada saatnya profesi guru adalah yang paling diincar di Indonesia, sebagai guru atau pendidik sangatlah strategis, dimana guru itu membimbing, membina, dan memberikan transfer ilmu secara matang kepada siswa-siswanya. Dan seorang guru tidak hanya sabar dalam mendidik, tapi juga “telaten” dalam menyikapi anak-anak yang dalam masa “bandel” nya.

Kadang cara mengajar guru itu membekas hingga tua di benak para murid, mulai dari cara mengajarnya, cara menyampaikannya, dan nilai yang diperoleh siswa. Mungkin inilah kenapa guru disebut “Pahlawan tanpa tanda jasa”. Dari sekian banyak guru kadang suka dan dukanya tercipta diantara kebimbangan, karena pada dasarnya mengajar bukanlah hal yang mudah, mendidik dengan lembut akan menciptakan generasi yang kurang disiplin, mengajar dengan tegas kadang memberontak, disinilah tingkat kesulitan mengajar bagi pendidik di negeri ini.

Bagaimana tidak? Seorang guru akan berpikir 2 kali dalam memarahi muridnya, tapi tidak bagi muridnya, kenapa demikian? Inilah yang disebut Orang Tua dalam pendidikan, karena guru seperti orang tua.

Suatu hari ada seorang guru, mungkin bagi sebagain guru laiinya tidaklah baik dalam mengajar, beliau mengandakan materi-praktek. Yang tidak disukai murid nya praktek di lab harus membayar, padahal ini hal wajar, karena pada saat itu belum tersedianya fasilitas yang memadai untuk laboratorium. Tapi tingkat kesulitan ekonomi yang kadang bertumpuk atau siswa-siswanya sendiri yang malas.

Beliau mengajarkan dengan santai, jika ditanya selalu menjawab dengan baik. Memberi arahan dengan baik pula. Tapi kembali lagi, sistem yang dia berikan menurut guru lainnya tidaklah cocok untuk saat itu. Padahal, secara garis besar dia masih bisa mencetak anak-anak yang berprestasi dibidang fisika. Orang yang sederhana, itulah beliau, kesederhanaannya yang kadang membuat hati tak kuasa menahan tangis. Jarang ada guru yang siap mengajar dan sudah menunggu diluar kelas. 1 menit sebelum bell kelas berbunyi. Inilah contoh guru yang patut diberikan apresiasi.

Mungkin dari segi mendidik beliau tidaklah sebagus guru-guru lain, atau popular di kalangan murid sepopular guru lain. Tapi dari beliau inilah banyak yang bisa dicontoh, mulai dari kesederhanaannya,hingga bagaimana dia siap menjadi pendidik dan mengorbankan waktunya bagi muridnya.

Hingga saat ini, jika mengenang beliau, rasanya seperti ingat disaat saya masih remaja, dimana saat-saat itulah saya mencintai fisika, dimasa saya merasakan bagaimana atmosfir dunia fisikawan. Dan samapai saat ini saya selalu mengenang belaiu sebagai guru terbaik dalam catatan waktu masuk kelas.
Sekarang beliau entah dimana,setelah saya mendapat informasi beliau tidak mengajar di sekolah tersebut. Dan jika suatu saat bertemu ingin rasanya berterima kasih, karena telah menginspirasi saya menjadi seorang yang beguna,tepat waktu dan menjadi pembimbing yang bijaksana untuk keluarga.

Iklan

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s