Selamat datang kampus baru ku September 2nd, 2008


Rabu, 3 September 2008

Aku adalah mahasiswi semester awal, 21 tahun, FIK(Fakultas Ilmu Kehidupan UND(Universitas Dunia), dan mengambil jurusan Sastra Manusia…..

Setelah dinyatakan lulus dari FE, UB Tanggal 22 Mei 2008….Aku secara resmi diterima sebagai mahasiswi di UND, Tanggal 14 Juli 2008.

Tanggal 14 Juli itu pula aku di Ospek secara mendadak, tepat jam 12 malam. Sama sekali diluar dugaan ku. Aku benar2 kelabaaan, gak ada persiapan sama sekali, semua lingkungan baru, orang2 baru, hal2 baru….
Di tengah2 enak2 nya orang terlelap dalam mimpi aku panik dengan ospek pertamaku, status baru di Sastra Manusia. mahasiswi itulah status ku sekarang….

Tanggal 14 juLI, wAW……….aku tak kenal dan tak punya satu pun teman yang bisa beri aku jawaban atas ospek ini. Semua gak mau tau, semua ingin terima bersih, semua menggertak.

Ospek berlangsung sampai pagi, hingga pekerjaan ku di kantor berantakan karena aku mengantuk luar biasa…Aku juga sangat shock dengan fakultas ku yang sekarang.

Dalam kebingungan ku aku teringat debgan kakak tingkat satu jurusan, Dia adalah teman yang sempat ku ceritakan pada edisi sebelumnya, dia 28 tahun, dia seorang muslimah yang santun yang sudah belajar si Sastra Manusia selama 4 tahunan.

Aku mencoba mengutarakan apa yang menjadi mkesulitanku, rupanya dia benar2 berpengalaman dan mengerti benar apa yang di hadapi oleh seorang mahasiswi anyaran seperti ku.

Dia menjelaskan aturan main dalam Sastra Manusia secara garis besar, dan mengatakan tidak apa2 jika kamu menangis seperti itu, tapi ingat belajarlah menyeka air mata mu sendiri. tidak masalah kamu harus jatuh bangun seperti itu, tapi jangan lupa kamu harus mampu bengkit dengan kekuatan mu sendiri….

hari2 berikutnya bukan hari yang semakin mudah tapi, malah semakin berat. Banyak tugas2 yang aku gak mengerti bagaimana harus menyelesaikannya, kadang aku minta tolong pd temanku tadi, aku adalah mahasiswi gak mungkin aku menggantungkan diri pada kakak tingkat ku sementara dia juga punya tuga2 berat yang harus diselesaikan….

sebagai seorang pekerja sekaligus mahasiswi, ternyata gak mudah. Profesionalisme sangat di tuntut. masalah kampus tidak boleh dibawa ke kantor, begitu pula sebaliknya.

seiring berjalannya waktu, aku bertemu dengan sosok teman kedua, meskipun gak satu jurusan tapi dia cukup mengerti tentang sastra Manusia…Dia adalah wanita 36 tahun….secara tidak sengaja dia mengetahui kalo aku mengambil jurusan itu. Dia tertarik untuk mengenalku lebih jauh lagi, hingga akhirnya kita berdua akrab sering untuk berdiskusi tentang seputar sastra manusia…..

Dia berpesan ” Buatlah dirimu kuat meskipun harus jatuh bangun”, ” Dan tunjukkan lah kasih mu dengan membuat dirimu tenang dulu”.

Entah apa yang ada di benakknya pada saat dia menasehatiku seperti itu, mungkin dia merasa tidak sendiri, ada teman senasib yang belajar tentang sastra….meskipun alur dan jalur sastra kita tidak sefaham, tapi untunglah kita bisa berjalan bersebelahan dan saling toleransi.

Aduh….sebenarnya ada pilihan lain, aku memilih melamjutkan studi tentang akuntansi ku saja daripada harus belajar sastra seperti ini…Sastra adalah bagian dari seni, kita harus pandai2 ber improfisasi. sangat berbeda dengan ilmu Akuntansi yang selama ini ku pelajari. Tidak ada untung rugi, kredit debet. semua istilah baru dan asing.

Aku harus benar2 mengubah main set ku untuk bisa survive di Sastra Manusia.

mata kuliah nya sangt rumit dan butuh ketelitian luar biasa….Aku hanya di pegangi satu buah HandBook yang bahasanya pun asing. Untunglah ada satu lagi handbook terjemahan nya yang sanagt membantu.

Semua soal dan permasalahan di kampus rumus nya semua ada di handbook itu. tapi ternyata gak semudah itu menemukan rumus yang cocok, butuh perjuangan.

sampailah aku pada materi tentang “UJIAN”……”Manusia akan di uji sesuai kemampuannya masing2, dan ujian nya berupa hal2 yang dia sukai”
Aku berhenti sejenak ketika membaca kalimat itu, aku berfikir sejenak sebelum lanjut ke kalimat berikutnya.

“Jika dia menyukai harta, maka dia akan di uji seputar harta, dia dia suka jabatan, maka dia akan di uji dengan jabatannya, jika dia menyukai wanita maka wanitalah yang menjadi penguji hidupnya, dia menyukai Cinta, maka cinta lah yang akan memberikan ujian hidup padanya….
Sampai disitu, aku tak kuasa menahan air mata, aku benar2 kalut…
Subhanallah….Astagfirullah…..kuatkan lah hamba mu dalam menghadapi ini semua….

Aku kembali lari menemui kakak tingkatku, aku menangis tersedu2….menangis tak terkendali seperti anak kecil yang kehilangan mainannya, seperti anak ayam yang kehilangan induknya….sementara melihat keadaanku seperti itu, dia hanya tersenyum dan berkata lirih,

cinta akan menguji iman mu dan akan mendewasakanmu…jalan cinta adalah yang selama ini kau sukai, dan dari jalan ini pula kamu akan belajar segalanya tentang hidup dan kehidupan..yakinilah ini baik untuk kamu….dekatkanlah diri dan semakin mendekatlah dengan sang Pencipta dan sang Penguji yang sebenarnya. Ini bukan apa2, ini hanya batu sandungan kecil dalam perjalanan mu…..sebutlah nama Allah sebanyak2 nya agar kau menjadi kaum yang beruntung…….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s